Logo
  • Salamat Hasundau

    Balai Guru dan Tenaga Kependidikan
    Provinsi Kalimantan Tengah

    Mari bersama, kita tingkatkan kualitas guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah di Kalimantan Tengah

    Selengkapnya
  • Berita

    Kemendikdasmen Dorong Partisipasi Semesta Penuhi Ketersediaan Guru yang Kompeten dan Sejahtera

    Lampung, 14 April 2026 – Kebijakan strategis yang berfokus pada peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan merupakan kunci pemerataan layanan pendidikan di seluruh Indonesia. Komitmen tersebut ditegaskan oleh Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Nunuk Suryani, dalam Rapat Koordinasi Implementasi Program Prioritas Kemendikdasmen yang diselenggarakan oleh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Lampung, pada Senin (13/4).Dirjen Nunuk menyampaikan bahwa arah kebijakan pendidikan nasional saat ini mengusung visi pemerataan akses dan peningkatan kualitas melalui visi Pendidikan Bermutu untuk Semua. “Pendidikan yang bermutu untuk semua sebenarnya memberikan akses pendidikan tanpa membedakan. Setiap anak berhak mendapatkan layanan pendidikan yang layak dan kesempatan mengembangkan potensi,” ujar Dirjen Nunuk. Selanjutnya, untuk mewujudkan visi tersebut, pemerintah menjalankan berbagai program prioritas pada tahun 2026 yang salah satunya difokuskan pada penguatan profesionalisme guru. “GTK melakukan berbagai program prioritas seperti penguatan profesionalisme guru, yang tujuannya adalah kesejahteraan melalui penuntasan sertifikasi dan peningkatan kualifikasi akademik,” jelasnya. Transformasi pendidikan nasional terus diperkuat melalui berbagai cara. Pemerintah menaruh perhatian pada keberadaan guru non-ASN yang berperan penting dalam mendukung proses pembelajaran. “Guru guru honorer yang saat ini masih ada, kami masih sangat membutuhkan. Kami menghimbau untuk tidak dirumahkan karena mereka tetap menjalankan fungsi penting dalam pembelajaran,” tegasnya.Dalam lingkup nasional, tantangan pemenuhan kebutuhan guru masih menjadi isu strategis. Setiap tahun, sekitar 70 hingga 80 ribu guru memasuki masa pensiun, sementara kekurangan guru terus terakumulasi. “Setiap tahun guru-guru kita pensiun 70 ribu hingga 80 ribu. Kekurangan ini terus terakumulasi, sehingga pemenuhan kebutuhan guru menjadi prioritas yang harus segera dituntaskan,” ungkap Nunuk.Tidak hanya upaya pemenuhan jumlah pendidik, Kemendikdasmen juga terus berupaya meningkatkan kualitas guru melalui percepatan sertifikasi dan peningkatan kualifikasi akademik guru. Saat ini, capaian sertifikasi secara nasional telah melampaui 92 persen. “Secara nasional kita sudah mencapai di atas 92 persen guru tersertifikasi. Sisanya adalah yang belum memenuhi kualifikasi S1, dan ini kita dorong melalui program beasiswa kualifikasi D4/S1,” ujarnya.Dukungan Pemda Bantu Atasi Bersama Tantangan Peningkatan Kompetensi dan Kesejahteraan Guru Menyikapi adanya keterbatasan anggaran, Dirjen Nunuk melalui pelatihan berbasis komunitas belajar guru. “Kami tidak akan berhenti hanya karena keterbatasan. Pelatihan kita dorong berbasis kelompok kerja guru agar mereka bisa terus belajar secara kolaboratif,” tegasnya. Rapat koordinasi di Lampung tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi oleh guru dan tenaga kependidikan. Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Lampung, Jihan Nurlela, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah pusat dalam mempercepat transformasi pendidikan, khususnya pada penguatan peran guru dan tenaga kependidikan. “Pendidikan merupakan instrumen utama dan fundamental bagi daerah untuk suatu pembangunan manusia,” ujar Wagub Jihan. Ia juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya rapat koordinasi yang dinilai sebagai ruang kolaborasi strategis bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan. “Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Lampung yang telah menyelenggarakan kegiatan ini,” katanya. Menurut Wagub Jihan, meskipun dihadapkan pada keterbatasan fiskal, upaya peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan tetap harus menjadi prioritas bersama. “Saya menyaksikan ini adalah ruang kolaborasi yang luar biasa sehingga program yang menjadi prioritas untuk kepentingan kualitas para guru dan tenaga pendidik tetap dijalankan dengan baik,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa berbagai langkah konkret telah dilakukan, termasuk kebijakan pembebasan biaya komite di tingkat SMA negeri serta program-program inovatif untuk menjawab tantangan akses dan distribusi guru. “Kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas guru dan tenaga pendidik untuk kepentingan sumber daya manusia di Provinsi Lampung,” ungkapnya. Meski demikian, Wagub Jihan mengakui masih terdapat berbagai tantangan, mulai dari kesenjangan akses pendidikan di wilayah 3T, distribusi guru yang belum merata, hingga kebutuhan penguatan infrastruktur dan transformasi digital. “Banyak persoalan yang tidak bisa kami selesaikan sendiri. Kami membutuhkan dukungan dari Kemendikdasmen untuk menghadapi berbagai tantangan pendidikan,” ujarnya. Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, transformasi pendidikan nasional diharapkan dapat berjalan lebih cepat, merata, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

    Selengkapnya
  • Berita

    Kemendikdasmen Gandeng 113 LPTK untuk Fasilitasi 17.930 Guru Lanjutkan Studi S-1/D-IV

    Jakarta, 7 Maret 2026 - Dalam rangka memperkuat kualifikasi guru, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTKPG) melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 113 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) terkait program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-IV bagi guru. Melalui program ini, sebanyak 17.930 guru jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK pada tahun 2026 akan difasilitasi untuk melanjutkan studi S-1/D-IV di LPTK mitra. Program ini memberikan kesempatan bagi guru yang belum memenuhi kualifikasi sarjana untuk melanjutkan pendidikan tinggi sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Dalam sambutannya, Dirjen GTKPG, Nunuk Suryani, menegaskan bahwa peningkatan kualifikasi akademik guru merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Ia menyampaikan bahwa kualitas pendidikan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas gurunya, sehingga pemerintah berkomitmen memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi para guru untuk meningkatkan kualifikasi dan profesionalismenya.“Program ini tak hanya untuk memenuhi tuntutan regulasi tetapi lebih jauh mendukung upaya dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Tak hanya kualifikasi yang terpenuhi, namun juga meningkatnya kompetensi guru dalam melaksanakan proses belajar dan mengajar di kelas,” ujarnya pada Jumat (6/3), di Jakarta.Dirjen Nunuk menambahkan, nantinya guru-guru yang sudah memenuhi S-1/D-IV berkesempatan untuk disertifikasi melalui PPG Guru Tertentu, sehingga tunjangan profesi guru dapat diterima. Dengan demikian, harapannya layanan pendidikan akan semakin maju dan melahirkan generasi tunas-tunas bangsa yang cerdas, berkarakter dan berdaya saing.Penandatanganan kerja sama dilaksanakan oleh Direktur Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal, Direktur Guru Pendidikan Dasar, dan Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus selaku Kuasa Pengguna Anggaran, dengan Rektor atau pejabat yang mewakili LPTK.Dukungan penuh terhadap program ini datang dari LPTK sebagai mitra penyelenggara. Rektor Universitas Terbuka, Ali Muktiyanto, menyampaikan bahwa LPTK berkomitmen penuh mendukung peningkatan kualifikasi guru di Indonesia. Menurutnya, Universitas Terbuka akan memaksimalkan pendekatan pembelajaran yang fleksibel agar guru tetap dapat menjalankan tugas mengajar tanpa terganggu proses studinya. “Kami mendesain sistem pembelajaran yang memungkinkan guru tetap mengajar di sekolah sambil meningkatkan kualifikasi akademiknya. Harapannya, semakin banyak guru yang dapat mencapai kualifikasi sarjana dan meningkatkan profesionalismenya,” ujarnya. Hal senada disampaikan oleh Rektor Universitas PGRI Jombang, Munawaroh. Ia menyambut baik kepercayaan pemerintah kepada Universitas PGRI Jombang dalam menjalankan program ini. Munawaroh menilai, program tersebut sangat membantu guru yang selama ini memiliki keterbatasan untuk melanjutkan pendidikan. “Program ini sangat baik karena membantu guru yang belum memiliki kualifikasi S-1 atau D-IV agar dapat melanjutkan studi. Kami di perguruan tinggi siap menyiapkan dosen, infrastruktur, serta sistem pembelajaran yang mendukung agar program ini berjalan dengan baik,” ujarnya. Program Pemenuhan Kualifikasi S-1/D-IV ini memanfaatkan skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang memungkinkan pengalaman mengajar guru diakui sebagai bagian dari capaian pembelajaran, sehingga mempercepat proses penyelesaian studi. Adapun bantuan yang diberikan adalah maksimal Rp3 juta per orang setiap semester, yang digunakan untuk biaya pendidikan dan ujian. Dengan begitu tidak ada biaya lain yang dibebankan kepada guru. Melalui kemitraan strategis antara pemerintah dan perguruan tinggi, program pemenuhan kualifikasi akademik S-1/D-IV ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas guru di Indonesia. Dengan guru yang semakin profesional dan berkualifikasi, kualitas pembelajaran di sekolah akan semakin meningkat dan mampu melahirkan generasi Indonesia yang unggul dan berdaya saing di masa depan.

    Selengkapnya
Logo



    Logo
    Logo

    Guru yang baik itu seperti lilin; ia menghabiskan dirinya sendiri untuk menerangi jalan bagi orang lain.

    - Mustafa Kemal Atatürk


    Maklumat


    Logo
    Logo

    50.279

    Guru

    7.138

    Sekolah

    592.295

    Peserta Didik

    15

    Dinas Pendidikan

    sumber: Dapodik
    Logo
    Logo

    Berita Terbaru


    Muhammad Fikri Aminuddin, S.Kom.

    Kemendikdasmen Dorong Partisipasi Semesta Penuhi Ketersediaan Guru yang Kompeten dan Sejahtera

    Lampung, 14 April 2026 – Kebijakan strategis yang berfokus pada peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan merupakan kunci pemerataan layanan pendidikan di seluruh Indonesia. Komitmen tersebut ditegaskan oleh Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Nunuk Suryani, dalam Rapat Koordinasi Implementasi Program Prioritas Kemendikdasmen yang diselenggarakan oleh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Lampung, pada Senin (13/4).Dirjen Nunuk menyampaikan bahwa arah kebijakan pendidikan nasional saat ini mengusung visi pemerataan akses dan peningkatan kualitas melalui visi Pendidikan Bermutu untuk Semua. “Pendidikan yang bermutu untuk semua sebenarnya memberikan akses pendidikan tanpa membedakan. Setiap anak berhak mendapatkan layanan pendidikan yang layak dan kesempatan mengembangkan potensi,” ujar Dirjen Nunuk. Selanjutnya, untuk mewujudkan visi tersebut, pemerintah menjalankan berbagai program prioritas pada tahun 2026 yang salah satunya difokuskan pada penguatan profesionalisme guru. “GTK melakukan berbagai program prioritas seperti penguatan profesionalisme guru, yang tujuannya adalah kesejahteraan melalui penuntasan sertifikasi dan peningkatan kualifikasi akademik,” jelasnya. Transformasi pendidikan nasional terus diperkuat melalui berbagai cara. Pemerintah menaruh perhatian pada keberadaan guru non-ASN yang berperan penting dalam mendukung proses pembelajaran. “Guru guru honorer yang saat ini masih ada, kami masih sangat membutuhkan. Kami menghimbau untuk tidak dirumahkan karena mereka tetap menjalankan fungsi penting dalam pembelajaran,” tegasnya.Dalam lingkup nasional, tantangan pemenuhan kebutuhan guru masih menjadi isu strategis. Setiap tahun, sekitar 70 hingga 80 ribu guru memasuki masa pensiun, sementara kekurangan guru terus terakumulasi. “Setiap tahun guru-guru kita pensiun 70 ribu hingga 80 ribu. Kekurangan ini terus terakumulasi, sehingga pemenuhan kebutuhan guru menjadi prioritas yang harus segera dituntaskan,” ungkap Nunuk.Tidak hanya upaya pemenuhan jumlah pendidik, Kemendikdasmen juga terus berupaya meningkatkan kualitas guru melalui percepatan sertifikasi dan peningkatan kualifikasi akademik guru. Saat ini, capaian sertifikasi secara nasional telah melampaui 92 persen. “Secara nasional kita sudah mencapai di atas 92 persen guru tersertifikasi. Sisanya adalah yang belum memenuhi kualifikasi S1, dan ini kita dorong melalui program beasiswa kualifikasi D4/S1,” ujarnya.Dukungan Pemda Bantu Atasi Bersama Tantangan Peningkatan Kompetensi dan Kesejahteraan Guru Menyikapi adanya keterbatasan anggaran, Dirjen Nunuk melalui pelatihan berbasis komunitas belajar guru. “Kami tidak akan berhenti hanya karena keterbatasan. Pelatihan kita dorong berbasis kelompok kerja guru agar mereka bisa terus belajar secara kolaboratif,” tegasnya. Rapat koordinasi di Lampung tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi oleh guru dan tenaga kependidikan. Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Lampung, Jihan Nurlela, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah pusat dalam mempercepat transformasi pendidikan, khususnya pada penguatan peran guru dan tenaga kependidikan. “Pendidikan merupakan instrumen utama dan fundamental bagi daerah untuk suatu pembangunan manusia,” ujar Wagub Jihan. Ia juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya rapat koordinasi yang dinilai sebagai ruang kolaborasi strategis bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan. “Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Lampung yang telah menyelenggarakan kegiatan ini,” katanya. Menurut Wagub Jihan, meskipun dihadapkan pada keterbatasan fiskal, upaya peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan tetap harus menjadi prioritas bersama. “Saya menyaksikan ini adalah ruang kolaborasi yang luar biasa sehingga program yang menjadi prioritas untuk kepentingan kualitas para guru dan tenaga pendidik tetap dijalankan dengan baik,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa berbagai langkah konkret telah dilakukan, termasuk kebijakan pembebasan biaya komite di tingkat SMA negeri serta program-program inovatif untuk menjawab tantangan akses dan distribusi guru. “Kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas guru dan tenaga pendidik untuk kepentingan sumber daya manusia di Provinsi Lampung,” ungkapnya. Meski demikian, Wagub Jihan mengakui masih terdapat berbagai tantangan, mulai dari kesenjangan akses pendidikan di wilayah 3T, distribusi guru yang belum merata, hingga kebutuhan penguatan infrastruktur dan transformasi digital. “Banyak persoalan yang tidak bisa kami selesaikan sendiri. Kami membutuhkan dukungan dari Kemendikdasmen untuk menghadapi berbagai tantangan pendidikan,” ujarnya. Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, transformasi pendidikan nasional diharapkan dapat berjalan lebih cepat, merata, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

    Muhammad Fikri Aminuddin, S.Kom.

    Kemendikdasmen Gandeng 113 LPTK untuk Fasilitasi 17.930 Guru Lanjutkan Studi S-1/D-IV

    Jakarta, 7 Maret 2026 - Dalam rangka memperkuat kualifikasi guru, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTKPG) melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 113 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) terkait program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-IV bagi guru. Melalui program ini, sebanyak 17.930 guru jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK pada tahun 2026 akan difasilitasi untuk melanjutkan studi S-1/D-IV di LPTK mitra. Program ini memberikan kesempatan bagi guru yang belum memenuhi kualifikasi sarjana untuk melanjutkan pendidikan tinggi sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Dalam sambutannya, Dirjen GTKPG, Nunuk Suryani, menegaskan bahwa peningkatan kualifikasi akademik guru merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Ia menyampaikan bahwa kualitas pendidikan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas gurunya, sehingga pemerintah berkomitmen memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi para guru untuk meningkatkan kualifikasi dan profesionalismenya.“Program ini tak hanya untuk memenuhi tuntutan regulasi tetapi lebih jauh mendukung upaya dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Tak hanya kualifikasi yang terpenuhi, namun juga meningkatnya kompetensi guru dalam melaksanakan proses belajar dan mengajar di kelas,” ujarnya pada Jumat (6/3), di Jakarta.Dirjen Nunuk menambahkan, nantinya guru-guru yang sudah memenuhi S-1/D-IV berkesempatan untuk disertifikasi melalui PPG Guru Tertentu, sehingga tunjangan profesi guru dapat diterima. Dengan demikian, harapannya layanan pendidikan akan semakin maju dan melahirkan generasi tunas-tunas bangsa yang cerdas, berkarakter dan berdaya saing.Penandatanganan kerja sama dilaksanakan oleh Direktur Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal, Direktur Guru Pendidikan Dasar, dan Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus selaku Kuasa Pengguna Anggaran, dengan Rektor atau pejabat yang mewakili LPTK.Dukungan penuh terhadap program ini datang dari LPTK sebagai mitra penyelenggara. Rektor Universitas Terbuka, Ali Muktiyanto, menyampaikan bahwa LPTK berkomitmen penuh mendukung peningkatan kualifikasi guru di Indonesia. Menurutnya, Universitas Terbuka akan memaksimalkan pendekatan pembelajaran yang fleksibel agar guru tetap dapat menjalankan tugas mengajar tanpa terganggu proses studinya. “Kami mendesain sistem pembelajaran yang memungkinkan guru tetap mengajar di sekolah sambil meningkatkan kualifikasi akademiknya. Harapannya, semakin banyak guru yang dapat mencapai kualifikasi sarjana dan meningkatkan profesionalismenya,” ujarnya. Hal senada disampaikan oleh Rektor Universitas PGRI Jombang, Munawaroh. Ia menyambut baik kepercayaan pemerintah kepada Universitas PGRI Jombang dalam menjalankan program ini. Munawaroh menilai, program tersebut sangat membantu guru yang selama ini memiliki keterbatasan untuk melanjutkan pendidikan. “Program ini sangat baik karena membantu guru yang belum memiliki kualifikasi S-1 atau D-IV agar dapat melanjutkan studi. Kami di perguruan tinggi siap menyiapkan dosen, infrastruktur, serta sistem pembelajaran yang mendukung agar program ini berjalan dengan baik,” ujarnya. Program Pemenuhan Kualifikasi S-1/D-IV ini memanfaatkan skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang memungkinkan pengalaman mengajar guru diakui sebagai bagian dari capaian pembelajaran, sehingga mempercepat proses penyelesaian studi. Adapun bantuan yang diberikan adalah maksimal Rp3 juta per orang setiap semester, yang digunakan untuk biaya pendidikan dan ujian. Dengan begitu tidak ada biaya lain yang dibebankan kepada guru. Melalui kemitraan strategis antara pemerintah dan perguruan tinggi, program pemenuhan kualifikasi akademik S-1/D-IV ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas guru di Indonesia. Dengan guru yang semakin profesional dan berkualifikasi, kualitas pembelajaran di sekolah akan semakin meningkat dan mampu melahirkan generasi Indonesia yang unggul dan berdaya saing di masa depan.

    Muhammad Fikri Aminuddin, S.Kom.

    Tahun 2026, Kemendikdasmen Lanjutkan dan Perkuat Komitmen Kesejahteraan bagi Guru Non ASN

    Jakarta, 26 Januari 2026 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTKPG) terus menegaskan komitmen dan keberpihakan kepada guru non-ASN di tahun 2026. Tahun ini, Kemendikdasmen telah menganggarkan lebih dari Rp14 triliun untuk aneka tunjangan bagi guru nonASN. Dengan penyaluran ini, diharapkan guru semakin sejahtera dan berkomitmen dalam menjalankan tugasnya. Sejumlah kebijakan strategis secara bertahap dan berkelanjutan telah disiapkan untuk meningkatkan kesejahteraan, kepastian status, serta perlindungan bagi guru non-ASN. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya Kemendikdasmen dalam memastikan guru dapat menjalankan perannya secara profesional dan bermartabat. “Kami menyadari dan memahami betul tantangan yang dihadapi guru, baik ASN dan non-ASN. Karena itu, pemerintah berkomitmen memperkuat sejumlah kebijakan strategis termasuk penataan status, sertifikasi, kesejahteraan dan perlindungan guru. Semua ini dilakukan bertahap dan berkelanjutan dengan melibatkan pemangku kepentingan terkait,” ujar Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Dirjen GTKPG) Nunuk Suryani, di Jakarta, Senin (26/1). Lebih lanjut, Dirjen Nunuk menguraikan bahwa komitmen tahun 2026 tersebut dibangun di atas berbagai langkah kebijakan yang telah dijalankan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir. Pertama, pengangkatan guru honorer menjadi ASN PPPK (Aparatur Sipil Negara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Dalam 5 tahun terakhir, pemerintah secara konsisten telah mengangkat lebih dari 900 ribu guru honorer menjadi ASN melalui skema PPPK. Kedua, guru non-ASN juga mendapatkan akses untuk mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), baik PPG Calon Guru maupun PPG Guru Tertentu. Sepanjang tahun 2024 s.d. 2025, tercatat lebih dari 750 ribu guru non-ASN mengikuti PPG, baik melalui jalur PPG Calon Guru maupun PPG Guru Tertentu. Melalui PPG, guru berhak mendapat kesempatan yang setara untuk memperoleh sertifikasi pendidik sebagai pengakuan profesional sekaligus upaya peningkatan mutu layanan pendidikan di sekolah. Ketiga, dari sisi kesejahteraan. Mulai tahun 2026, pemerintah menaikkan insentif untuk guru non-ASN, yang sebelumnya Rp 300.000 menjadi Rp 400.000 per orang per bulan. Kenaikan ini diharapkan dapat mendorong profesionalisme guru, meningkatkan mutu pembelajaran, dan menjadi motivasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih berkualitas. Dengan adanya kenaikan ini, Kemendikdasmen telah menganggarkan sekitar Rp1,8 triliun dengan total guru penerima sebanyak 377.143. Anggaran ini naik lebih dari Rp1 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pemerintah juga menyalurkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru non-ASN yang telah memiliki sertifikat pendidik sesuai persyaratan yang berlaku sebesar Rp2 juta per bulan. Bagi guru yang telah memiliki inpassing, besaran TPG disesuaikan dengan gaji pokok yang tercantum dalam Surat Keputusan (SK) inpassing. Besaran TPG ini meningkat sebanyak Rp500 ribu dibanding tahun-tahun sebelumnya, yang sebesar Rp1,5 juta per bulan. Di tahun 2026 ini, pemerintah menganggarkan sekitar Rp11,5 triliun, yang akan disalurkan kepada 392.870 guru non-ASN. Dibandingkan tahun 2025, anggaran ini mengalami kenaikan sekitar Rp663 miliar. Selain itu, untuk tunjangan khusus bagi guru non-ASN berdasarkan kondisi geografis atau guru yang bertugas di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), telah ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp2 juta per orang per bulan atau setara dengan TPG. Pada tahun 2026, Kemendikdasmen menganggarkan Tunjangan Khusus Guru (TKG) sekitar Rp706 miliar, naik Rp95 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Jumlah guru penerima juga mengalami kenaikan sebanyak 2.239 guru, sehingga total guru penerima TKG pada tahun ini sebanyak 28.892 guru. Any Anggraeni, yang saat ini menjadi guru di sekolah swasta, mengatakan bahwa pemberian tunjangan sangat bermanfaat untuk peningkatan kompetensi dirinya sebagai pengajar. Dengan adanya tunjangan ini, ia dapat mengikuti pelatihan, membeli buku-buku literasi, sehingga menghadirkan pembelajaran yang lebih berkualitas bagi peserta didik. “Alhamdulillah, manfaatnya tidak hanya saya rasakan di sekolah, tetapi juga di rumah. Dengan tunjangan ini, saya dapat membantu membiayai kuliah dua anak saya. Ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi pengakuan atas perjuangan guru,” imbuh Any. Memasuki tahun 2026, Kemendikdasmen berupaya agar kebijakan-kebijakan tersebut terus diperkuat dan disempurnakan agar dapat menjangkau guru di berbagai daerah. Untuk itu, Kemendikdasmen mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk melihat persoalan guru non-ASN secara utuh dan proporsional. Upaya perbaikan tata kelola guru membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar guru dapat bekerja dengan rasa aman, dihargai, dan didukung, demi terwujudnya pendidikan yang bermutu untuk semua. 

    Muhammad Fikri Aminuddin, S.Kom.

    Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025

    Palangka Raya – Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Tengah sukses menggelar acara penganugerahan Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025. Acara ini berlangsung meriah dan  pada Rabu, 29 Oktober 2025, di Hotel Aquarius Palangka Raya.Kegiatan ini merupakan puncak apresiasi bagi para insan pendidikan yang telah menunjukkan dedikasi, inovasi, dan komitmen tinggi dalam memajukan pendidikan di Bumi Tambun Bungai.✨ Ratusan Pendidik Terbaik Raih PenghargaanDalam sambutannya, Kepala BGTK Provinsi Kalimantan Tengah, Bapak I Ketut Sukajaya, menyampaikan rasa bangga atas capaian para guru dan tenaga kependidikan."Sebanyak 104 orang guru dan tenaga kependidikan terbaik se-Kalimantan Tengah menerima penghargaan hari ini. Ini adalah bukti nyata bahwa semangat untuk bertransformasi dalam pendidikan telah mengakar kuat di Kalteng," ujar Bapak I Ketut Sukajaya.Penghargaan ini diberikan dalam tiga kategori utama, yaitu:Kategori Transformatif: 51 penerimaKategori Dedikatif: 41 penerimaKategori Pelopor Komunitas Belajar: 12 penerima🗺️ Dominasi Palangka Raya, Motivasi Berbagi Praktik BaikData perolehan gelar menunjukkan persaingan yang ketat, di mana Kota Palangka Raya memimpin dengan total perolehan 24 gelar juara. Disusul oleh Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat dengan total 14 gelar, dan Kabupaten Seruyan dengan 12 gelar.Bapak I Ketut Sukajaya berharap, apresiasi ini dapat menjadi pemicu bagi seluruh insan pendidikan. "Harapannya, GTK yang lain semakin termotivasi dan bersemangat untuk berbagi praktik baik yang telah dilakukan para penerima penghargaan ini. Inovasi mereka harus menjadi inspirasi untuk mewujudkan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak Kalteng," tutupnya.Para GTK peraih juara pertama di setiap kategori akan mewakili Kalimantan Tengah untuk berkompetisi di tingkat nasional, membawa nama baik provinsi di kancah pendidikan Indonesia.Selain memberikan penghargaan kepada GTK berprestasi, pada acara ini BGTK Provinsi Kalimantan Tengah juga memberikan apresiasi penghargaan kepada seluruh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Kalimantan Tengah. Penghargaan ini diberikan atas dukungan aktif dan kolaboratif yang telah diberikan oleh pemerintah daerah dalam menyukseskan implementasi program prioritas Kementerian turut dihadiri oleh seluruh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalteng, menegaskan kolaborasi antar-lembaga dalam peningkatan kualitas SDM pendidikan untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.

    Riskiastri Prambandari Rachmawati, S.I.Kom., M.A.

    Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Sinergi Pemerintah untuk Menguatkan Tumbuh Kembang Anak

    Siaran PersKementerian Pendidikan Dasar dan MenengahNomor: 46/sipers/A6/II/2025Sinergi Pemerintah untuk Menguatkan Tumbuh Kembang AnakJakarta, 2 Februari 2025 – Pemerintah terus berupaya memperkuat tumbuh kembang anak melalui berbagai program pendidikan dan penguatan karakter. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah sosialisasi kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tentang 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Pagi Ceria, serta peluncuran album Karya Cipta Lagu Pembelajaran Anak Usia Dini (KICAU) yang diselenggarakan dalam kegiatan bertajuk Pagi Ceria Car Free Day , di depan Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), pada Minggu (2/2).Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kebijakan yang mendukung pendidikan anak usia dini serta membangun karakter anak sejak dini. Salah satu upaya tersebut adalah melalui peluncuran album KICAU yang berisi lagu-lagu sesuai dengan usia anak.“Menanamkan karakter, cinta tanah air, kepedulian terhadap alam, serta nilai-nilai luhur lainnya adalah tujuan utama dari program ini,” ujar Menteri Mu'ti.Pada kesempatan itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menambahkan bahwa program ini juga bersinergi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam menciptakan ruang bagi anak-anak untuk lebih aktif dalam masyarakat.“Poin keenam dari 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yaitu ‘Bermasyarakat’, sangat sejalan dengan program kementerian kami. Anak-anak sebaiknya tidak hanya berdiam diri setelah pulang sekolah, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial. Untuk itu, kami menghadirkan ‘Ruang Bersama Indonesia’, tempat bagi anak-anak untuk bermain, berkreasi, dan berinteraksi secara positif,” jelas Arifah Fauzi.Dalam kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menekankan pentingnya keseimbangan antara aktivitas digital dan fisik bagi anak-anak. Ia mengungkapkan bahwa di tengah semakin terhubungnya berbagai aspek kehidupan dengan teknologi, Kementerian Komunikasi dan Digital justru mendorong anak-anak untuk lebih banyak beraktivitas secara fisik.“Kemajuan teknologi informasi harus diimbangi dengan aktivitas fisik dan interaksi langsung agar anak-anak tetap tumbuh dengan sehat dan seimbang,” tambah Meutya Hafid.Sementara itu, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, turut menyoroti dampak negatif dari penggunaan media sosial yang berlebihan terhadap kesehatan anak-anak. Ia menegaskan bahwa paparan digital yang berlebihan dapat berdampak pada kesehatan mental serta perkembangan sosial anak.“Kami melihat adanya peningkatan kasus gangguan kecemasan dan kurangnya keterampilan sosial pada anak akibat terlalu banyak menghabiskan waktu di dunia digital. Oleh karena itu, kami mendukung upaya untuk membatasi penggunaan media digital yang berlebihan serta mendorong lebih banyak interaksi sosial langsung guna mendukung perkembangan anak secara optimal,” jelas Budi Gunadi Sadikin.Album KICAU diharapkan dapat menjadi media pembelajaran yang efektif bagi anak-anak, terutama dalam memperkuat pendidikan karakter. Tidak hanya disosialisasikan melalui YouTube dan laman resmi Kemendikdasmen, album ini juga akan didistribusikan dalam berbagai format seperti diska lepas dan media lainnya. Selain itu, album ini akan diperkenalkan melalui Taman Kanak-Kanak (TK), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), serta berbagai layanan pendidikan anak usia dini lainnya.Dengan adanya sinergi antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan anak-anak Indonesia dapat tumbuh menjadi generasi yang hebat, berkarakter, dan cinta tanah air. Program ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mendukung pendidikan anak usia dini yang berkualitas.Biro Komunikasi dan Hubungan MasyarakatSekretariat JenderalKementerian Pendidikan Dasar dan MenengahLaman: kemdikbud.go.idX: x.com/KemdikdasmenInstagram: instagram.com/kemendikdasmenFacebook: facebook.com/kemendikdasmenYouTube: KEMDIKDASMENPertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id#PendidikanBermutuUntukSemua #KemendikdasmenRamah

    Riskiastri Prambandari Rachmawati, S.I.Kom., M.A.

    Siaran Pers Mendikdasmen Dorong Peningkatan Kualitas Guru dan Transformasi Ilmu

    Batam, 17 November 2024 – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, melakukan kunjungan kerja ke SMK Negeri 1 Batam, Provinsi Kepulauan Riau, pada Jumat (15/1). Dalam kunjungan ini, Menteri Abdul Mu’ti didampingi oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Kepulauan Riau, Marlin Agustina; Pejabat sementara (Pjs.) Wali Kota Batam, Andi Agung; Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani; serta perwakilan dari UPT Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan dinas pendidikan daerah.  Dalam kunjungan tersebut, Menteri Abdul Mu’ti berdialog dengan 300 kepala sekolah dan guru, menyampaikan beberapa poin penting terkait kebijakan pendidikan untuk meningkatkan kualitas guru dan pembelajaran.  Sebagaimana tema Hari Guru Nasional 2024, “Guru Hebat, Indonesia Kuat,” Mendikdasmen menegaskan pentingnya peran guru dalam transformasi pendidikan. “Guru yang hebat harus memiliki kompetensi yang kuat, termasuk kemampuan leadership. Kompetensi leadership ini sangat penting karena guru tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga mentransformasikannya agar dapat dikembangkan oleh murid dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.  Mendikdasmen juga menekankan pentingnya adaptasi guru terhadap perkembangan teknologi dan karakter siswa. Guru diharapkan mampu memahami psikologi dan karakter anak agar dapat menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. “Oleh karena itu guru tidak hanya sekedar menguasai materi, tetapi juga berbagai pendekatan pembelajaran yang sangat dinamis,” tambahnya.  Lebih lanjut, ia juga menjelaskan terkait pemenuhan jam pelajaran guru yang meliputi kegiatan tatap muka, bimbingan konseling, pelatihan dan peningkatan kualitas guru, serta keaktifan berpartisipasi dalam kegiatan sekolah.“Kami akan mengatur kebijakan yang diharapkan dapat mendorong guru bekerja dengan gembira dan mencintai pekerjaannya,” ungkap Mendikdasmen.Peningkatan Relevansi Pendidikan SMK dengan Dunia IndustriSelain berdialog dengan para guru, Menteri Abdul Mu’ti juga berinteraksi langsung dengan siswa SMK Negeri 1 Batam. Ia mengunjungi kelas mekatronika dan teaching factory untuk melihat berbagai karya inovatif yang dihasilkan oleh siswa. “Saya melihat SMK Negeri 1 Batam yang memiliki jaringan bagus dengan dunia usaha. Saya melihat bagaimana pentingnya kerja sama antara SMK dengan dunia usaha dan dunia industri sebagai bagian dari usaha kita untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SMK,” ujar Mendikdasmen.Mendikdasmen juga menambahkan, “Saya juga berpesan agar anak-anak SMK setelah lulus nanti tidak hanya memiliki ijazah, namun juga sertifikasi beberapa keahlian yang memungkinkan mereka untuk masuk dunia kerja.”Guru Teknik Permesinan, Nisfidayeni, mengungkapkan harapannya agar kurikulum dapat sesuai dengan perkembangan zaman, agar terus berimbang dan tidak tertinggal dengan dunia industry. “Saya harap adanya evaluasi dan penyempurnaan kurikulum. Terutama bagi saya sebagai guru teknik, sarana dan prasarana yang ada belum memadai dan sesuai dengan rasio. Contoh saat ini ada satu mesin yang digunakan untuk 8 anak.”Kondisi ini, menurut Nisfidayeni, cukup menghambat pembelajaran, karena terkadang ada siswa yang tidak dapat melakukan praktik menggunakan mesin di jam sekolah. “Akhirnya dengan komitmen kami, kami tetap melayani anak-anak untuk praktik menggunakan mesin di hari Sabtu dan Minggu, karena mereka harus menyelesaikan target pekerjaan.”Ketua Jurusan Teknik Permesinan, Armansyah, menyampaikan tentang kelas industri yang diterapkan di SMK Negeri 1 Batam. “Kita punya kelas industri di beberapa jurusan, yang kurikulumnya berbasis industri, sehingga materi dan teknis pembelajarannya menyesuaikan dengan kebutuhan di industri. Anak dari kelas industri ini pun ketika tamat, berpotensi untuk dikontrak oleh industri yang menjalin kerja sama,” katanya.Sebagai informasi, SMK Negeri 1 Batam memiliki 2.843 peserta didik, 125 guru, dan 48 tenaga kependidikan. Sekolah ini termasuk dalam program SMK Pusat Keunggulan sejak tahun 2021, dengan enam konsentrasi keahlian yaitu 1) Teknik Elektronika Industri; 2) Teknik Mekatronika; 3) Teknik Otomasi Industri; 4) Teknik Permesinan; 5) Teknik Pengelasan; dan 6) Teknik Komputer dan Jaringan. Selain itu, SMK Negeri 1 Batam juga merupakan salah satu dari 4 sekolah di Kota Batam yang memiliki teaching factory.Biro Kerja Sama dan Hubungan MasyarakatSekretariat JenderalKementerian Pendidikan Dasar dan MenengahLaman: Kemdikbud.go.idTwitter: Twitter.com/kemdikbud_RIInstagram: Instagram.com/kemdikbud.riFacebook: facebook.com/kemdikbud.riYouTube: KEMENDIKBUD RIPertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id

    Logo

    Masukan


    Informasi yang anda sampaikan sangat berharga bagi kami

    Kritik & Saran

    Survey Kepuasan Pengunjung











    Logo

    Kontak Kami